BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Pada penelitian laporan pengembangan bisnis ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif menurut Sugiyono (2010) menyatakan bahwa metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen kunci.
3.2 Objek Penelitian
Objek penelitian dari penulisan pengembangan bisnis dilakukan untuk H. Halim Catering yang berlokasi di Jalan Pegambiran No. 5 Rawamangun, Jakarta Timur. Nomor yang bisa dihubungi untuk memesan makanan atau minuman yaitu di 021-4759807.
3.3 Data
3.3.1 Data Primer dan Data Sekunder
Metode pengumpulan data dalam penyusunan laporan pengembangan bisnis ini menggunakan data primer dan sekunder. Adapun pengumpulan data untuk membuat model bisnis kanvas saat ini, dilakukan melalui beberapa pengumpulan data. Penjelasan metode pengumpulan data adalah sebagai berikut:
1. Data Primer
Data primer diperoleh dan dikumpulkan secara langsung melalui melihat laporan inkubator bisnis H. Halim Catering untuk mengetahui :
- Gambaran umum dan kondisi H. Halim Catering saat ini.
- Masalah apa saja yang dihadapi yang menghambat pertumbuhan H. Halim Catering. Apa saja yang menjadi kelemahan dan kekuatan H. Halim Catering.
- Tujuan dan Target yang direncanakan untuk H. Halim Catering di masa yang akan datang.
2. Data Sekunder
Data sekunder, diperoleh dari data internal objek penelitian, buku-buku, internet, jurnal, serta hasil-hasil riset lainnya yang terkait dengan penelitian. Data sekunder yang diperoleh digunakan untuk mendukung data primer..
3.3.2 Teknik Pengambilan Data
Data yang diperoleh untuk melakukan penelitian mengenai pengembangan bisnis dilakukan dengan cara observasi dan juga browsing dari internet. Data-data tersebut digunakan sebagai bahan untuk melakukan analisis internal dan analisis ekstenal sebagai bahan pertimbangan penyusunan bisnis model kanvas yang baru.
3.3.4 Teknik Analisis
Teknik analisis yang digunakan pada laporan pengembangan bisnis H. Halim Catering terdiri dari 5 langkah yaitu;
- Langkah pertama yang di lakkukan penulis adalah untuk melihat segala kemungkinan yang terjadi atau dapat dikatakan sebagai resiko, yang mungkin akan di hadapi selama periode 3 tahun dari tahun 2016 hinga tahun 2018. Analisa resiko yang akan di hadapi ini bertujuan untuk memetakan segala kemungkinan yang akan terjadi serta penulis berharap dapat memecahkan resiko dengan solusi yang tepat dan efektif.
- Langkah kedua, mengidentifikasi model bisnis saat ini yang dijalankan oleh H. Halim Catering dan memetakannya dengan pendekatan model bisnis kanvas. Langkah ini bermanfaat untuk mengetahui dan memahami posisi perusahaan saat ini dan apa perannya di pasar.
- Langkah ketiga, dilakukan analisis internal untuk mengetahui sejarah perusahaan, gambaran umum perusahaan, strategi, sasaran, sumber daya yang dimiliki, struktur organisasi, dan kinerja perusahaan. Analisis ini dilakukan dengan metode analisis fungsional untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan H. Halim Catering saat ini.
- Langkah keempat, dilakukan analisis eksternal dan industri. Analisis eksternal dilakukan dengan metode PESTEL untuk mengetahui kondisi politik, ekonomi, sosial, teknologi, dan lingkungan yang akan mempengaruhi kondisi industri katering. Analisis industri dilakukan dengan metode five forces untuk mengetahui kondisi persaingan di industri katering. Hasil analisa eksternal dan industri melahirkan peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan H. Halim Catering. Peluang dan ancaman ini kemudian dipetakan ke dalam sembilan elemen model bisnis kanvas. Dari langkah ketiga dan keempat dihasilkan peta kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam bentuk matriks sembilan elemen model bisnis canvas.
- Langkah kelima, dilakukan penyempurnaan model bisnis yang lama yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk masa periode 2016-2018 serta penyusunan rencana implementasi dari model bisnis yang baru.